Eksistensi Maniliak Bulan Zulhijah di Era Modern: Studi Kasus Menjaga Tradisi Dalam Tantangan Globalisasi di Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan Kabupaten Padang Pariaman
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8014Keywords:
Maniliak Bulan, Tradisi Keagamaan, EksistensiAbstract
Tradisi maniliak bulan merupakan salah satu praktik keagamaan masyarakat Ulakan Tapakis yang dilakukan melalui pengamatan hilal secara langsung sebagai dasar penentuan awal bulan Zulhijah dalam penetapan Hari Raya Idul Adha. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, dan historis yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan zaman dan pengaruh modernisasi menimbulkan tantangan terhadap keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi maniliak bulan serta menganalisis eksistensinya dalam kehidupan masyarakat Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, alim ulama, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi maniliak bulan masih tetap dilaksanakan hingga saat ini dengan tahapan pelaksanaan yang relatif konsisten, meliputi persiapan, pengamatan hilal, musyawarah, dan penyampaian hasil kepada masyarakat. Keberlanjutan tradisi ini didukung oleh peran aktif tokoh adat dan tokoh agama, serta adanya upaya pewarisan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi maniliak bulan memiliki peran penting tidak hanya sebagai penentu waktu keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya dan nilai religius masyarakat Ulakan Tapakis.
References
Azra, A. (2007). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Diansyah, A. (2011). Filsafat eksistensialisme dan implikasinya dalam kehidupan manusia. Jakarta: Rajawali Press.
Durkheim, E. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). New York: The Free Press.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity. Cambridge, UK : Polity.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2011). Pedoman penetapan awal bulan Hijriah. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Kharisma, M. (2023). Pandangan Tarekat Syattariyah Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman terhadap Penetapan Awal Bulan. Skripsi. Padang: Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiks. FBS University Yogyakarta.
Polnaya, T., Murwani, P., & D. Pariela, T. (2023). Transformasi Budaya dan Interaksi Sosial dalam Masyarakat Adat: Dampak Masuknya Teknologi Digital. Baileo : Jurnal Sosial Humaniora, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.30598/baileofisipvol1iss1pp1-14
Rusli, Zainal Abidin. (2007). Syekh Burhanuddin Ulakan dan Tarekat Syattariyah di Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM).
Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern (Edisi Revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Soderi, & Darlius. (2022). Eksistensi Maniliak Awal Bulan oleh Tarekat Syattariyah Pariaman. Jurnal Ilmu Sosial dan Keagamaan
Syattariyah Pariaman. Elfalaky, 6(1), 80–95. https://doi.org/10.24252/ifk.v6i1.33757
Syattariyah di Koto Tuo Agam. : : Journal of Islamic & Social Studies, 1(1), 33–44.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D. Penerbit Alfabeta Bandung.
Sartre, J.-P. (2002). Being and Nothingness: An Essay on Phenomenological Ontology. London: Routledge.
Tarihoran, A. S. (2015). “Maliek Bulan” Sebuah Tradisi Lokal Pengikut Sufism
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Viona Anggia Putri, Febri Yulika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















