Analisis Perkembangan Fintech Terkait Central Bank Digital Currency (Central Bank Digital Currency (CBDC)) Dalam Transmisi Kebijakan Moneter Islam (Studi pada Pengguna Bank Syariah Indonesia (BSI))
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8025Keywords:
Fintech, Central Bank Digital Currency (CBDC), kebijakan moneter Islam, Bank Syariah IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Financial Technology (Fintech) yang berkaitan dengan Central Bank Digital Currency (CBDC) dalam mendukung transmisi kebijakan moneter Islam, dengan studi pada pengguna Bank Syariah Indonesia (BSI) di Bandar Lampung. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penerimaan pengguna terhadap konsep CBDC berbasis syariah, menganalisis dampak penggunaannya terhadap perilaku keuangan, serta mengidentifikasi kekhawatiran dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap karyawan dan nasabah BSI di Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap CBDC sebagai inovasi keuangan digital yang dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat sistem keuangan syariah. Namun, tingkat pemahaman masyarakat masih terbatas sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi lebih lanjut. CBDC dinilai mampu mempercepat transaksi dan meningkatkan transparansi apabila dikelola sesuai prinsip syariah, meskipun masih terdapat kekhawatiran terkait keamanan data, kesiapan infrastruktur digital, dan kejelasan regulasi. Secara keseluruhan, penerapan CBDC berpotensi memperkuat transmisi kebijakan moneter Islam melalui peningkatan efisiensi sistem pembayaran dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan syariah. Keberhasilannya bergantung pada sinergi antara Bank Indonesia, DSN-MUI, dan BSI dalam memastikan kesiapan teknologi, regulasi, serta literasi digital masyarakat.
References
Amirrudin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.
Annisa, Annisa. “Konsep Uang dan Kebijakan Moneter Dalam Hukum Ekonomi Islam.” Mizan: Journal of Islamic Law 1, no. 2 (17 Januari 2018). https://doi.org/10.32507/mizan.v1i2.7.
Aqidah, Nur Ariani, Ishak Ishak, Takdir Takdir, dan Mutmainnah Azzahra. “Analisis Efektivitas Transmisi Kebijakan Moneter Melalui Instrumen Syariah dan Konvensional Dalam Memengaruhi Inflasi di Indonesia.” Owner 6, no. 3 (1 Juli 2022): 2345–53. https://doi.org/10.33395/owner.v6i3.990.
Arikunto, Suharsimi. Metode Penelitian Kualitatif. 4 ed. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2018.
Bjerg, Ole. “Designing New Money - The Policy Trilemma of Central Bank Digital Currency.” SSRN Electronic Journal, 2017. https://doi.org/10.2139/ssrn.2985381.
Bordo, Michael, dan Andrew Levin. “Central Bank Digital Currency and the Future of Monetary policy.” Cambridge, MA, Agustus 2017. https://doi.org/10.3386/w23711.
Carney, Mark. “Enabling the Fintech transformation: Revolution, Restoration, or Reformation?” Bank of England, 2016.
Cottarelli, Carlo, dan Angeliki Kourelis. “Financial Structure, Bank Lending Rates, and the Transmission Mechanism of Monetary policy.” Staff Papers - International Monetary Fund 41, no. 4 (Desember 1994): 587. https://doi.org/10.2307/3867521.
Dionysopoulos, Lambis, Miriam Marra, dan Andrew Urquhart. “Central bank digital currencies: A critical review.” International Review of Financial Analysis 91 (Januari 2024): 103031. https://doi.org/10.1016/j.irfa.2023.103031.
Emanuella, Claudia Saymindo. “Central Bank Digital Currency (CBDC) Sebagai Alat Pembayaran di Indonesia.” Jurist-Diction 4, no. 6 (5 November 2021): 2243. https://doi.org/10.20473/jd.v4i6.31845.
Ernst & Young. “ EY Fintech Adoption Index: The Rapid Emergence of Fintech.” https://www.imf.org/external/pubs/ft/ar/2017/eng/index.htm, 2017.
Happy Marpuang, Pengetahuan Kepariwisataan, (Bandung: Alfabeta, 2000), h. 49.
Herlina, Deswita. “Identifikasi Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Saluran Uang dan Saluran Ssuku Bunga di Indonesia.” Jurnal Ekonomi-Qu 8, no. 2 (31 Oktober 2018). https://doi.org/10.35448/jequ.v8i2.4446.
Kabar Otoritas. Fintech Picu Daya Saing. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan, 2017.
Marginingsih, Ratnawaty. “Financial Technology (Fintech) Dalam Inklusi Keuangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19.” Moneter - Jurnal Akuntansi dan Keuangan 8, no. 1 (1 April 2021): 56–64. https://doi.org/10.31294/moneter.v8i1.9903.
Marzuki. Metodelogi Riset. Yogyakarta: PT Hanindita Omffet, 1983.
Miles, Matthew B, dan A. Michael Huberman. Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. 2nd ed. Washington DC: SAGE Publications, 1994.
Mishkin, F. The Economics of Money, Banking and Financial Markets. 2nd ed. Boston: Pearson Education, 2010.
Nurullia, Syafira. “Menggagas Pengaturan dan Penerapan Central Bank Digital Currency di Indonesia: Bingkai Ius Constituendum.” Journal of Judicial Review 23, no. 2 (23 Desember 2021): 275. https://doi.org/10.37253/jjr.v23i2.5014.
Qian, Yao. “Central Bank Digital Currency: optimization of the currency system and its issuance design.” China Economic Journal 12, no. 1 (2 Januari 2019): 1–15. https://doi.org/10.1080/17538963.2018.1560526.
Rachman, Sakinah, dan Sri Herianingrum. “PENGARUH INSTRUMEN SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI), PASAR UANG ANTAR BANK (PUAB), SERTIFIKAT BANK INDONESIA SYARIAH (SBIS), PASAR UANG ANTAR BANK SYARIAH (PUAS) TERHADAP M2 DI INDONESIA PERIODE 2009-2016.” Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan 5, no. 1 (13 Juni 2019): 78. https://doi.org/10.20473/vol5iss20181pp78-92.
Rahman, Lina Aulia, dan Nur Fatwa. “Analisis Transaksi Perbankan Syariah Melalui Sistem Bank Indonesia–Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Generalized Method Of Moment.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 6, no. 4 (12 Mei 2024): 458–75. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i4.838.
Ramadhan, Masyitha Mutiara, dan Irfan Syauqi Beik. “Analisis Pengaruh Instrumen Moneter Syariah dan Konvensional Terhadap Penyaluran Dana ke Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.” Al-Muzara’ah 1, no. 2 (25 Desember 2013): 175–90. https://doi.org/10.29244/jam.1.2.175-190.
Santoso, Ananda, dan S Prianto. Kamus lengkap bahasa Indonesia. Cetakan Pertama. Jakarta: Kartika, 1995.
Saputro, Bimo, dan Raditya Sukmana. “ANALISIS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER GANDA TERHADAP INFLASI DI INDONESIA.” Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan 5, no. 4 (18 Juni 2019): 322. https://doi.org/10.20473/vol5iss20184pp322-335.
Sjahdeini, Sutan Remy. Perbankan Islam,. 3rd ed. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 2007.
Soleha, Safnah, Hikmah Indri Yani Harahap, Tri Wina Sabrina, dan Maryam Batubara. “Perkembangan Financial Technology Terkait Central Bank Digital Currency (CBDC) terhadap Transmisi Kebijakan Moneter dan Makroekonomi.” Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah 9, no. 3 (2024).
Sudarsono, Heri. “Analisis efektifitas transmisi kebijakan moneter konvensional dan syariah dalam mempengaruhi tingkat inflasi.” Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam 3, no. 2 (1 Juli 2017): 53–64. https://doi.org/10.20885/jeki.vol3.iss2.art1.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Wiradi. Analisis Sosial. Bandung: Yayasan AKATIGA, 2006.
Zein, Subhan. “Tinjauan Yuridis Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Aplikasi Pinjaman Dana Berbasis Elektronik (Peer To Peer Landing / Crowfunding ) di Indonesia.” Jurnal Bisnis & Akuntansi Unsurya 4, no. 2 (4 Juni 2019). https://doi.org/10.35968/jbau.v4i2.338.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Fiska Usia Wati, Ridwansyah Ridwansyah, Ersi Sisdianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















