Peran Deninteldam XII/Tanjungpura Melalui Fungsi Penyelidikan Dalam Rangka Deteksi Dini Guna Pencegahan Pelanggaran Lintas Batas Wilayah Indonesia - Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8062Keywords:
Deninteldam XII/Tanjungpura, Fungsi Penyelidikan, Deteksi Dini, Perbatasan Indonesia-Malaysia, Intelijen MiliterAbstract
Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia merupakan kawasan strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai ancaman, baik tradisional maupun non-tradisional seperti penyelundupan, perdagangan manusia, dan infiltrasi lintas batas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan kondisi faktual (das sein) dalam pelaksanaan fungsi intelijen di perbatasan, khususnya terkait efektivitas deteksi dini oleh Deninteldam XII/Tanjungpura. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Deninteldam XII/Tanjungpura melalui fungsi penyelidikan dalam rangka deteksi dini, mengkaji kolaborasi antarinstansi dalam pencegahan pelanggaran lintas batas, serta merumuskan strategi penyelidikan yang efektif dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi penyelidikan Deninteldam telah diterapkan secara sistematis melalui siklus intelijen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, meskipun masih menghadapi kendala koordinasi dan keterbatasan sumber daya. Kolaborasi Deninteldam dengan Satgas Pamtas, Polda Kalbar, Imigrasi, dan Bea Cukai telah meningkatkan efektivitas deteksi dini di lapangan. Strategi penyelidikan yang diterapkan berorientasi pada intelijen preventif berbasis integrasi sumber daya manusia, teknologi, dan jejaring sosial. Kesimpulannya, peran Deninteldam XII/Tanjungpura melalui fungsi penyelidikan terbukti signifikan dalam memperkuat sistem pertahanan negara dan menjaga kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
References
Albert, M., Baez, A., & Rutland, P. (2021). National security in the digital and post-pandemic era. Routledge.
Bagus, I., et al. (2019). Intelligence as an early warning system in national security framework. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 9(2), 45–60.
Biddle, B. J., & Thomas, E. J. (1966). Role theory: Concepts and research. Wiley.
Christensen, T., & Lægreid, P. (2007). The whole-of-government approach to public sector reform. Public Administration Review, 67(6), 1059–1066. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2007.00797.x
Clausewitz, C. von. (1984). On war (M. Howard & P. Paret, Eds. & Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1832)
Conboy, K. (2015). Intel: Inside Indonesia’s intelligence service. Equinox Publishing.
Ćurčić, S. (2021). National security as a dynamic and multidimensional concept. Security Dialogues, 12(1), 15–29.
Gray, C. S. (2015). The strategy bridge: Theory for practice. Oxford University Press.
Gunawan, A., et al. (2024). Revitalizing border security studies through collaborative intelligence framework. Jurnal Keamanan Nasional, 10(1), 1–15.
Haripin, M. (2022). Intelijen dan keamanan nasional. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Hart, B. H. L. (1929). The decisive wars of history. Bell.
Heywood, I., Cornelius, S., & Carver, S. (2011). An introduction to geographical information systems (4th ed.). Pearson.
Hogue, T. (2003). Building collaboration: A guide for community-based organizations. Community Development Institute.
Kraak, M.-J., & Ormeling, F. (2020). Cartography: Visualization of geospatial data (4th ed.). CRC Press.
Lemhannas RI. (2023). Konsepsi ketahanan nasional. Perpustakaan Lemhannas RI.
Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2010). Geographic information systems and science (3rd ed.). Wiley.
Lykke, A. F. (1989). Defining military strategy: Ends, ways, means. Military Review, 69(5), 2–8.
Manullang, A. C. (2013). Sistem intelijen negara. PT Gramedia Pustaka Utama.
McEntire, D. A. (2021). Military roles in disaster response and non-traditional security threats. Journal of Emergency Management, 19(3), 145–158.
Mintzberg, H., Ahlstrand, B., & Lampel, J. (2005). Strategy safari: A guided tour through the wilds of strategic management. Free Press.
Perkasad. (2004). Doktrin intelijen TNI AD. Markas Besar TNI AD.
Sabarudin. (2015). Kolaborasi dalam administrasi publik. Graha Ilmu.
Sarjito, A. (2024). Siklus intelijen dalam perspektif keamanan nasional. Jurnal Intelijen Indonesia, 5(1), 22–35.
Sarlito, W. S. (2013). Psikologi sosial: Individu dan teori-teori psikologi sosial. Salemba Humanika.
Seskoad. (2022). Doktrin intelijen teritorial TNI AD. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.
Springer, S. (2023). Collaboration theory in contemporary governance. Journal of Public Administration Studies, 18(2), 101–115.
Subagyo, A. (2021). Integrasi intelijen dalam operasi pengamanan perbatasan. Jurnal Keamanan dan Strategi Pertahanan, 7(2), 77–92.
Sumarjiyo. (2018). Early warning system dalam sistem intelijen negara. Jurnal Keamanan Nasional, 4(1), 33–48.
Sutisna, I., & Rofii, A. (2022). Kolaborasi intelijen maritim dalam menghadapi ancaman non-militer. Jurnal Strategi Pertahanan Laut, 8(1), 55–70.
Thomas, T. (2025). Strategic theory and military application. Defense Studies Press.
Trifunović, D., & Ćurčić, S. (2021). Realist perspectives on national security policy. Security Studies Review, 14(2), 89–104.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Wahyurudhanto. (2018). Community intelligence dan deteksi dini dalam keamanan nasional. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 8(3), 61–74.
Yudhana, A. (2009). Deteksi dini dalam sistem pengamanan wilayah. Jurnal Ilmu Kepolisian, 3(2), 101–112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Allaen Rahardian, Yulianto Hadi, Sungkunen Munthe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















