Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja di Lantai 12 PT Y Tahun 2025

Authors

  • Muhammad Fadhlillah Ramadhan Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Eka Cempaka Putri Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Izzatu Millah Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Mirta Dwi Rahmah Rusdy Universitas Esa Unggul, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8110

Keywords:

Sick Building Syndrome (SBS), IAQ, CO₂, TVOC, Usia, Jenis Kelamin, Masa Kerja

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan keluhan kesehatan yang muncul pada individu saat berada di dalam bangunan atau ruangan, seperti mengantuk atau kelelahan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, iritasi mata dan kulit, iritasi hidung atau tenggorokan, hingga keluhan pernapasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala SBS pada pekerja staf di PT Y tahun 2025 serta menggambarkan kondisi kualitas udara dalam ruang (Indoor Air Quality) di ruang kerja lantai 12. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada tahun 2025. Sampel diambil dengan total sampling sebanyak 68 responden. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, dan masa kerja, sedangkan variabel dependen adalah gejala SBS. Gejala SBS diukur menggunakan kuesioner, sementara data IAQ diperoleh dari hasil pengukuran internal perusahaan berupa kadar karbon dioksida (CO₂) dan total volatile organic compounds (TVOC) pada beberapa titik di ruang kerja lantai 12. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square (continuity correction) serta perhitungan Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi SBS sebesar 75,0% (51 orang). Hasil pengukuran IAQ menunjukkan seluruh titik pengukuran CO₂ tidak memenuhi baku mutu (100%) karena melebihi 1.000 ppm, sedangkan seluruh titik pengukuran TVOC memenuhi baku mutu (100%) karena ≤3 ppm. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,880), jenis kelamin (p=0,663), maupun masa kerja (p=0,254) dengan gejala SBS (p>0,05). Analisis hubungan CO₂ dan TVOC dengan SBS tidak dapat dilakukan karena seluruh hasil pengukuran berada pada satu kategori sehingga tidak terdapat variasi data.

References

Gawande, S., Tiwari, R., Narayanan, P., & Bhadri, A. (2020). Indoor air quality and sick building syndrome: Are green buildings better than conventional buildings. Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine, 24(1), 30–32. https://doi.org/10.4103/ijoem.IJOEM_148_19

Ghaffarianhoseini, A., AlWaer, H., Omrany, H., Ghaffarianhoseini, A., Alalouch, C., Clements-Croome, D., & Tookey, J. (2018). Sick building syndrome: are we doing enough? In Architectural Science Review (Vol. 61, Number 3, pp. 99–121). Taylor and Francis Ltd. https://doi.org/10.1080/00038628.2018.1461060

Larasati, D. N., & Wahyuningsih, A. S. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(2), 159–168. https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i2.61570

Mansor, A. A., Abdullah, S., Ahmad, A. N., Ahmed, A. N., Zulkifli, M. F. R., Jusoh, S. M., & Ismail, M. (2024). Indoor air quality and sick building syndrome symptoms in administrative office at public university. Dialogues in Health, 4. https://doi.org/10.1016/j.dialog.2024.100178

Nag, P. K. (2019). Sick Building Syndrome and Other Building-Related Illnesses (pp. 53–103). https://doi.org/10.1007/978-981-13-2577-9_3

Nakaoka, H., Suzuki, N., Eguchi, A., Matsuzawa, D., & Mori, C. (2022). Impact of Exposure to Indoor Air Chemicals on Health and the Progression of Building-Related Symptoms: A Case Report. Sustainability (Switzerland), 14(21). https://doi.org/10.3390/su142114421

Nasrulloh, M. A., & Abdul Hakim Zakkiy Fasya. (2023). Gambaran Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) pada Pegawai Kantor PT. PLN (Persero) UP3 Surabaya Selatan Kota Surabaya. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 212–220. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i2.1657

Rizky Rahmandani, F., Azizah, R., Kesehatan, F., & Universitas Airlangga, M. (2023). Pengaruh Kualitas Udara Dalam Ruangan Dan Perilaku Pekerja Dengan Gejala Sick Building Syndrome (Sbs) Pada Pekerja Gedung Head Office PT United Tractors TBK. 4(3).

Salvaraji, L., Shamsudin, S. B., Avoi, R., Saupin, S., Kim Sai, L., Asan, S. B., Toha, H. R. Bin, & Jeffree, M. S. (2022). Ecological Study of Sick Building Syndrome among Healthcare Workers at Johor Primary Care Facilities. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(24). https://doi.org/10.3390/ijerph192417099

Wibisono, A. R., Nurjazuli, N., Joko, T., & Suhartono, S. (2022). Faktor Risiko Kejadian Sick Building Syndrome Pada Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19(2), 275–282. https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.493

World Health Organization. (2022). WHO Air pollution.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Ramadhan, M. F., Putri, E. C., Millah, I., & Rusdy, M. D. R. (2026). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja di Lantai 12 PT Y Tahun 2025. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1), 422–429. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8110

Issue

Section

Articles

Citation Check