Hukum Kepailitan Terhadap Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Authors

  • Jennifer Angelina Universitas Trisakti, Indonesia
  • Subintoro Miharja Universitas Trisakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8125

Keywords:

Kepailitan BUMN, Kepentingan Publik, Kekayaan Negara yang Dipisahkan, Tanggung Jawab Negara, Kepastian Hukum, Undang-Undang Kepailitan

Abstract

Kepailitan pada dasarnya merupakan mekanisme hukum yang bertujuan menciptakan kepastian hukum, memberikan perlindungan bagi kreditor, serta menjaga keseimbangan sistem perekonomian. Akan tetapi, penerapannya terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghadirkan persoalan hukum yang lebih kompleks dibandingkan perusahaan swasta, mengingat BUMN memiliki karakter ganda sebagai badan usaha yang berorientasi komersial sekaligus instrumen negara dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU memang membatasi bahwa BUMN yang bergerak di bidang kepentingan publik hanya dapat dipailitkan atas permohonan Menteri Keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (5). Namun demikian, ketiadaan penjelasan yang tegas mengenai batasan dan kriteria “kepentingan publik” dalam ketentuan tersebut menimbulkan perbedaan penafsiran, yang pada akhirnya berimplikasi pada ketidakpastian hukum dalam praktik peradilan niaga. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaturan kepailitan BUMN di Indonesia dengan menelaah disharmonisasi norma antara Undang-Undang Kepailitan, Undang-Undang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Perbendaharaan Negara, serta mengkaji penerapan ketentuan tersebut dalam putusan pengadilan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa ketidakjelasan status BUMN yang bergerak di bidang kepentingan publik, tumpang tindih pengaturan mengenai kekayaan negara yang dipisahkan, serta belum adanya ketentuan yang tegas terkait tanggung jawab negara atas utang BUMN, telah memicu ketidakpastian hukum bagi para pihak. Selain itu, praktik kepailitan BUMN kerap dipengaruhi oleh pertimbangan politik dan kepentingan publik sehingga pelaksanaannya tidak konsisten dan sering dialihkan ke mekanisme non-pailit. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi yang lebih komprehensif serta perumusan konsep kepentingan publik yang jelas guna membangun rezim kepailitan BUMN yang adil, pasti, dan proporsional

References

Buku

Aprita, S., & Hasyim, Y. Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2020.

Asasd, R. Pengantar Ilmu Hukum. Sumedang: Alqaprint Jatinangor, 2014.

Asshiddiqie, J., & Safa’at, M. A. Teori Hans Kelsen tentang Hukum.

Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, 2006.

Atmadja, D. G., & Budiartha, I. N. P. Teori-Teori Hukum. Malang: Setara Press, 2018.

Hartini, R. (2024). Hukum Kepailitan. UMM Press.

Imran, M. F. Dasar-Dasar Ilmu Hukum. Yogyakarta: Tahta Media Group, 2024.

Kesuma, D. A., et al. Pengantar Hukum Indonesia. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Grup, 2024.

Marpi, Y. Ilmu Hukum Suatu Pengantar. Tasikmalaya: PT Zona Media Mandiri, 2020.

Mochtar, Z. A., & Hiariej, E. O. S. Dasar-Dasar Ilmu Hukum: Memahami Kaidah, Teori, Asas dan Filsafat Hukum. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2021.

Yitawati, K., Pujiyono, Prof. Dr., & Sulistyono, Prof. Dr. A. (2022). Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Deepublish.

Yuhelson. Pengantar Ilmu Hukum. Gorontalo: Ideas Publishing, 2017.

Undang-Undang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. (2003).

Republik Indonesia. (2003). Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasal-pasal pengaturan bentuk BUMN (Perum vs Persero) penting dalam menentukan siapa yang berwenang mengajukan pailit.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. (2004).

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jurnal

Adnan, M. A., et al. (2020). Judicial review due to bankruptcy law on State-Owned Enterprises (Persero) and workers. Legal Brief.

Alika, N. F., & Annisa, N. S. (2024). Legal implications of subsidiary bankruptcy on the parent state-owned enterprise. Jurnal Cakrawala Hukum, 16(1). https://doi.org/10.26905/idjch.v16i1.10368

Anhar, A. R. M., & Nasution, K. (2024). Kedudukan kreditor terhadap kepailitan pada badan usaha milik negara yang berbentuk perseroan terbatas: Permasalahan pada BUMN Persero. Future Academia, 2(3). https://doi.org/10.61579/future.v2i3.132

Ansari, T. S., Setiady, T., Astawa, I. K., & Yunus, M. (2023). Kepailitan Badan Usaha Milik Negara Persero. El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, VI. https://doi.org/10.24252/el-iqthisady.vi.52963

Ardinuri, B. M., Dewantara, R., & Kusuma Dewi, A. S. (n.d.). Urgensi pengaturan mengenai kepailitan BUMN Persero. Brawijaya Law Student Journal.

Audrey Ivana, & Kurniawan, S. (2025). Analisis permohonan pailit terhadap anak perusahaan PERUM yang memiliki diversifikasi usaha dihubungkan dengan asas kepastian hukum dalam kepailitan BUMN holding. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(1). https://doi.org/10.47467/as.v7i1.6674

Brawijaya, N. H. (2023). Application of the corporate rescue concept in Indonesian bankruptcy law: Urgency and reform. Justice Voice, 3(2). https://doi.org/10.37893/jv.v3i2.1138

Coloay, J. (2023). Pengawasan keuangan negara pada BUMN melalui penerapan prinsip Business Judgment Rule. Jurnal Hukum Positum, 7(2), 190–204. https://doi.org/10.35706/positum.v7i2.7044

Egnesia, A. E., & Kansil, C. S. T. (2023). Keadaan insolvensi dalam permohonan pailit perusahaan sebagai upaya menjaga kepentingan kreditor dan debitor menurut UU No. 37 Tahun 2004. Syntax Literate, 7(10). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i10.12762

Gultom, Y. M. (2012). Kepailitan BUMN di Tinjau dari Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia (Skripsi). Universitas Kristen Indonesia.

Hutajulu, M. (2020). Tinjauan yuridis peranan Menteri Keuangan dalam pengajuan permohonan pernyataan pailit terhadap debitor BUMN. Lex et Societatis, 8(4). https://doi.org/10.35796/les.v8i4.30918

Ifrelresearch. (2023). Permohonan pailit terhadap anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Jurnal Hukum & Studi Pembangunan.

Istanto, A. P. (2024). Penyelesaian konflik norma berdasarkan sistem hukum Indonesia dalam kaitannya dengan konflik keuangan negara BUMN. Jurnal Magister Hukum Udayana, 13(2), 418–447. https://doi.org/10.24843/JMHU.2024.v13.i02.p11

Metthania, A. Z., Lubis, M. A. F., Suryanti, N., & Yuanitasari, D. (2024). Pertanggungjawaban negara atas keadaan Persero BUMN yang pailit. Jurnal Hukum Sasana, 9(2), 239–252. https://doi.org/10.31599/edqfke95

Natalia, S. W. (2024). Menyoal tanggung jawab negara dalam kepailitan BUMN. Jurnal Supremasi, 14(2).

Natalia, S. W., & Hutag, H. D. (2023). Menyoal tanggung jawab negara dalam kepailitan BUMN-Persero. Jurnal Supremasi, 14(2). https://doi.org/10.35457/supremasi.v14i2.2849

Permatasari, Y., & Lie, G. (2024). Legal consequences of a bankruptcy decision for a limited liability company in liquidation. Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 28(1). https://doi.org/10.56087/aijih.v28i1.986

Pratama, K. A., & Andria, Y. H. S. (2023). The fate of infrastructure state-owned enterprises as the backbone of state development. ACO-Law Journal.

Prisintyas, J. N. (2021). Tinjauan yuridis mengenai permohonan pailit BUMN. LG (Jurnal Hukum).

Putra, M. A., & Hosein, Z. A. (2024). Comparison of bankruptcy application procedures between BUMD and BUMN. Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(1), 14–27. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i1.282

Putri Amelia, S., & Nurkhaerani, E. (2025). Penentuan keadaan insolvensi dalam proses kepailitan menurut UU 37/2004. Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(3). https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i3.683

Restyana, C. D. S., Mentari, N., & Wulandari, S. E. (2023). Kepailitan terhadap anak perusahaan dalam holding company BUMN. Ius Quia Iustum, 26(2). https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss2.art7

Rokfa, A. A., Hariyani, I., & Prihatin, D. (2020). Kedudukan hukum kekayaan BUMN Persero dalam pelaksanaan sita umum akibat kepailitan. Jurnal Ilmu Kenotariatan, 1(1). https://doi.org/10.19184/jik.v1i1.18229

Saputra, D. P., & Maryono, M. (2023). Kepailitan pada BUMN PT Merpati Nusantara Airlines. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(10). https://doi.org/10.58344/jmi.v2i10.624

Saputra, D. R., & Wulandari, F. (2023). Status hukum PKPU dan pailit BUMN. Judicatum: Jurnal Dimensi Citra Hukum, 3(1).

Siallagan, A. A. (2023). Tinjauan yuridis ditolaknya pernyataan pailit atas dasar kelompok anak perusahaan BUMN. ALJ (Jurnal Hukum), Universitas Sumatera Utara.

Susiani, D. (2021). Kepailitan BUMN atas dasar hak buruh: Apakah UU Ketenagakerjaan berlaku? (Skripsi).

Susiani, D. (n.d.). Kepailitan BUMN yang dimohonkan atas dasar hak pekerja. Repository Universitas Trunojoyo.

Swandhani, T. K., Ahmad, S., & Sadino, S. (2024). Efektivitas prosedur kepailitan BUMN dalam putusan pengadilan. Binamulia Hukum, 13(2), 573–587. https://doi.org/10.37893/jbh.v13i2.966

Swardhana, G. M., & Monteiro, S. (n.d.). Legal policy of state financial losses arrangement in a state-owned enterprise. BESTUUR: Jurnal Ilmu Administrasi Negara.

Swastiningsih, R. W., & Prasetyawati, E. (2022). Kewenangan Menteri Keuangan dalam mengajukan permohonan pailit BUMN. Bureaucracy Journal, 2(1).

Wahyudi, W., Fitrian, A., & Franciska, W. (2023). Pertanggungjawaban hukum bagi direksi BUMN berdasarkan Business Judgement Rule. Perfecto: Jurnal Ilmu Hukum, 1(3), 137–144. https://doi.org/10.32884/jih.v1i3.1485

Wardani, W. Y. (2024). Problematika kepailitan dan pembubaran BUMN Persero. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 6(2).

Wibowo, M. B., Mashadurohatun, A., & Purnawan, A. (2025). Reconstruction of regulation for execution of BUMN Persero declared bankrupt. Indonesian Journal of Advanced Research, 4(6), 719–734. https://doi.org/10.55927/ijar.v4i6.14679

Yahya, M. F. M., Jannah, A. W., Prastika, D. A., & Iswahyudi, M. (2024). State-owned enterprises in Indonesia: Bankruptcy analysis. Proceedings of the 7th International Conference of Economic, Business and Government Challenges, 1, 7–13.

Yusuf, Z. (2024). Juridical analysis of State-Owned Enterprises (BUMN) with bankruptcy. Justices Journal.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Angelina, J., & Miharja, S. (2026). Hukum Kepailitan Terhadap Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1), 442–458. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8125

Issue

Section

Articles

Citation Check