Analisis Ketidakkonsistenan Definisi pada Entri Kamus Sebagai Problematika Leksikografi Dalam Penyusunan Kamus Bahasa Indonesia di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8251Keywords:
Ketidakkonsistenan Definisi pada Entri Kamus Sebagai Problematika LeksikografiAbstract
Penelitian ini mengkaji ketidakkonsistenan definisi pada entri kamus bahasa Indonesia di era digital. Sejumlah entri kamus ditemukan memiliki definisi yang terlalu umum, ambigu, bersifat sirkular, atau menggunakan pola pendefinisian yang tidak seragam. Kondisi tersebut disebabkan oleh dominannya pendekatan intuitif penyusun kamus, standar editorial yang lemah, dan minimnya pemanfaatan korpus bahasa sebagai data pendukung. Selain itu, integrasi sumber data yang kurang terstandarisasi dalam kamus digital turut menimbulkan perbedaan makna antar platform. Hasil analisis deskriptif entri kamus dan kajian literatur terkini menunjukkan bahwa inkonsistensi definisi menimbulkan miskonsepsi makna bagi pengguna serta melemahkan kredibilitas kamus sebagai acuan kebahasaan. Fenomena ini semakin diperparah oleh laju perkembangan kosakata dan pergeseran makna akibat dinamika sosial budaya dalam era digital yang belum terakomodasi secara memadai. Dalam konteks tersebut, direkomendasikan penerapan model leksikografi berbasis korpus dengan pedoman definisi yang sistematis. Pendekatan ini mencakup penggunaan korpus representatif untuk menyusun definisi, konsistensi dalam menerapkan pola genus–diferensia, pemanfaatan teknologi pemrosesan bahasa alami, dan kolaborasi multidisipliner antar ahli. Dengan demikian, diharapkan konsistensi, kejelasan, dan ketepatan definisi dalam kamus bahasa Indonesia dapat meningkat sesuai dinamika perkembangan bahasa.
References
Dewandono, W. A. (2020). Leksikologi dan leksikografi dalam pembuatan dan pemaknaan kamus. Paramasastra, 7(1), 16.
Haryati, R., Berliani, D., Hilmi, M., & Hasaniyah, N. (2023). Analisis tipologi mobile dictionary “Al-Kamus” dengan pendekatan leksikografi. Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab.
Irawati, I., Tarigan, E. S., Munthe, A. O., & Ginting, C. M. B. (2025). Problematika Penyusunan Kamus di Indonesia: Analisis Struktur dan Kelengkapan Kamus Monolingual. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 36584–36588.
Rahmawati, L. (2022). Pendekatan korpus dalam pengembangan kamus daring bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik Indonesia, 40(1), 55–70.
Santoso, B. (2024). Integrasi teknologi NLP dalam leksikografi modern Indonesia. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(1), 88–102.
Siregar, A. L., Manik, C. S., Dalimunthe, E. S., Amaliyah, R., Mangunsong, S. E., & Puteri, A. (2025). Perkembangan Leksikografi Digital di Indonesia: Analisis Literatur Inovasi dan Tantangan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 37467–37471.
Turnip, P. F., Chaniago, F. H., Sinaga, S. R. D., & Sari, C. J. (2025). Permasalahan Ketidakjelasan Definisi dalam Penyusunan Entri Kamus Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 36706–36710.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Difa Hartati, Sabrina Pramesuari Dwi Nanda, Syarafina Harahap, Yulisin Nazra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















