Strategi Pertahanan Darat Menjaga Ibukota Negara Indonesia Dalam Sistem Pertahanan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8259Keywords:
Pertahanan darat, IKN Nusantara, Sistem Pertahanan Nasional, Strategi pertahananAbstract
Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memiliki implikasi strategis terhadap sistem pertahanan nasional, khususnya pada aspek pertahanan darat. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem dan implementasi strategi pertahanan darat dalam menjaga keamanan IKN dari berbagai ancaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sistem pertahanan darat serta pelaksanaan strateginya dalam sistem pertahanan nasional. Penelitian dilakukan di wilayah IKN Nusantara menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pertahanan darat memerlukan penggelaran satuan tempur, pembangunan pangkalan terintegrasi, modernisasi alutsista, serta integrasi sistem komando berbasis teknologi. Kesimpulannya, strategi pertahanan darat yang terintegrasi menjadi kunci dalam menjamin keamanan dan stabilitas IKN Nusantara.
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Hoffman, F. G. (2019). Examining complex forms of conflict: Gray zone and hybrid challenges. PRISM, 8(2), 30–47.
International Institute for Strategic Studies. (2023). The military balance 2023. Routledge.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku putih pertahanan Indonesia. Kementerian Pertahanan RI.
Manggala, P. U. (2017). Strategi pertahanan dan keamanan nasional Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 7(2), 45–60.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nurgiansah, T. H. (2021). Pelatihan penelitian tindakan kelas bagi guru pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah atas se-Kabupaten Bantul. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 28–33. https://doi.org/10.31949/jb.v2i1.566
Ramadhan, M. G. (2024). Strategi pertahanan tiga matra dalam optimalisasi pengamanan ibu kota negara. Jurnal Strategi Pertahanan, 10(1), 15–29.
Saputra, S. D., Gabriel, T., & Halkis, M. (2018). Analisis strategi pemindahan ibu kota negara Indonesia ditinjau dari perspektif ekonomi pertahanan. Jurnal Kebangsaan, 5(2), 1–10.
TRADOC. (2018). The U.S. Army in multi-domain operations 2028. United States Army Training and Doctrine Command.
Widodo, A., et al. (2025). Implementasi kebijakan gelar kekuatan TNI terpadu dalam pengamanan ibu kota negara. Jurnal Pertahanan Nasional, 11(1), 55–70.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Juni Fitriyan, Rudy Sutanto, Mukhtadi Mukhtadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















