Implementasi Kebijakan Penerimaan Prajurit TNI AD Jalur Afirmasi bagi Orang Asli Papua di Kodam XVIII/Kasuari
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8637Keywords:
Kebijakan Afirmatif, Orang Asli Papua, Implementasi Kebijakan, Stabilitas Keamanan, Integrasi NasionalAbstract
Konflik yang terjadi di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan sosial, politik, dan persepsi marginalisasi yang berdampak pada hubungan antara masyarakat dan negara. Dalam upaya memperkuat stabilitas wilayah, pemerintah melalui Kodam XVIII/Kasuari melaksanakan kebijakan penerimaan Prajurit TNI AD Calon Bintara Otonomi Khusus Orang Asli Papua (Caba Otsus OAP) Jalur Afirmasi sebagai bentuk peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam institusi pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, serta mengkaji kontribusinya terhadap stabilitas keamanan dan integrasi nasional di Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan desain studi kasus. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses implementasi kebijakan dalam konteks sosial dan kelembagaan yang kompleks. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan afirmatif berjalan relatif efektif dan didukung oleh komunikasi yang baik, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang jelas. Faktor pendukung utama meliputi komitmen organisasi, dukungan pemerintah daerah, dan penerimaan masyarakat, sedangkan kendala utama berasal dari kondisi geografis Papua dan kompleksitas koordinasi lintas lembaga. Kebijakan ini berkontribusi terhadap peningkatan representasi Orang Asli Papua dalam institusi negara, penguatan hubungan antara masyarakat dan TNI AD, serta pembangunan kepercayaan yang mendukung stabilitas keamanan dan integrasi nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan rekrutmen afirmatif merupakan instrumen pertahanan yang bersifat inklusif dan strategis dalam mendukung stabilitas wilayah di Papua. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang program afirmatif terhadap dinamika keamanan dan integrasi sosial di berbagai wilayah Papua.
References
Anderson, J. E. (2006). Public policy making. Boston: Houghton Mifflin.
Badan Pusat Statistik. (2023). Profil kemiskinan di Indonesia.
Bertrand, J. (2004). Nationalism and ethnic conflict in Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.
Buzan, B. (1991). People, states and fear: An agenda for international security studies in the post-Cold War era. Boulder: Lynne Rienner.
Chauvel, R., & Bhakti, I. N. (2004). The Papua conflict: Jakarta's perceptions and policies. Washington, DC: East-West Center.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Daft, R. L. (2021). Organization theory and design (13th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE handbook of qualitative research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Edward III, G. C. (1980). Implementing public policy. Washington, DC: Congressional Quarterly Press.
Galtung, J. (1996). Peace by peaceful means: Peace and conflict, development and civilization. London: Sage Publications.
Grindle, M. S. (1980). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Gurr, T. R. (2000). Peoples versus states: Minorities at risk in the new century. Washington, DC: United States Institute of Peace Press.
Human Rights Monitor. (2021). The armed conflict in West Papua throughout 2021.
International Crisis Group. (2012). Indonesia: The Papua conflict.
Kusuma. (2024). Membara dalam sekam: Menyusuri akar konflik sosial di Maluku tahun 1999. Madza Media.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). Interviews: Learning the craft of qualitative research interviewing. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Lederach, J. P. (1997). Building peace: Sustainable reconciliation in divided societies. Washington, DC: United States Institute of Peace Press.
Lijphart, A. (1999). Patterns of democracy. New Haven: Yale University Press.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
McGibbon, R. (2004). Secessionist challenges in Aceh and Papua. Washington, DC: East-West Center.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nugroho, R. (2014). Public policy. Jakarta: Elex Media.
Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. New York: PublicAffairs.
Pressman, J. L., & Wildavsky, A. (1973). Implementation. Berkeley: University of California Press.
Rawls, J. (1971). A theory of justice. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.
Saldaña, J. (2016). The coding manual for qualitative researchers. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Smith, A. D. (1991). National identity. Reno: University of Nevada Press.
Sugandi, Y. (2008). Analisis konflik dan rekomendasi kebijakan mengenai Papua.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryawan, I. N. (2018). Strategi keamanan negara dalam penanganan konflik Papua.
United Nations Development Programme. (1994). Human development report 1994.
Uppsala Conflict Data Program. (2022). Armed conflict dataset.
Weber, M. (1978). Economy and society. Berkeley: University of California Press.
Widjojo, M. S. (2010). Otonomi khusus Papua dan tantangan integrasi nasional.
Widjojo, M. S., et al. (2009). Papua road map: Negotiating the past, improving the present and securing the future. Jakarta: LIPI Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Nasution Ramdhani, Kusuma, Herlina Juni Risma Saragih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















