Afiksasi Dalam Teks Berita Pendidikan di Portal Detik.com Edisi Mei 2026: Kajian Morfologi
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i2.8659Keywords:
Afiksasi, Berita Pendidikan, Detik.com, MorfologiAbstract
Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya memahami struktur kebahasaan dalam wacana publik, khususnya proses morfologis dalam media massa daring yang menyajikan informasi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan secara kritis fungsi afiksasi dalam teks berita pendidikan pada portal detik.com. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Sumber data penelitian berupa artikel berita berjudul "Guru Honorer di Sekolah Negeri Berakhir pada 2026, Ini Isi SE Mendikdasmen" yang diterbitkan oleh detikJabar pada 7 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori morfologi Harimurti Kridalaksana (2007) sebagai landasan teoretis utama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 125 kata berafiksasi yang terdiri atas 40 prefiks (32,00%), 15 sufiks (12,00%), 32 konfiks (25,60%), dan 38 kombifiks (30,40%). Berdasarkan teori Kridalaksana (2007), kategori afiks ganda didekonstruksi secara tajam berdasarkan tahapan morfotaktiknya menjadi dua kelompok, yaitu konfiks murni (ke-an, peN-an, per-an, senya) dan kombifiks (me-kan, di-kan, me-i, di-i). Dominasi kategori kombifiks dan konfiks dalam teks ini merefleksikan karakteristik khas ragam bahasa jurnalistik formal yang memanfaatkan nominalisasi abstrak serta verba kausatif untuk membungkus konsep kebijakan birokrasi pemerintahan yang kompleks.
Downloads
References
Afriliana, V. A., Baehaqi, I., & Rustono. (2024). Analisis penggunaan afiksasi dalam media massa daring kompas.com edisi 25 November 2023. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 165–173. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak. Chaer, A. (2008). Morfologi bahasa indonesia: Pendekatan proses. Rineka Cipta. detikJabar. (2026, May 7). Guru Honorer di Sekolah Negeri Berakhir pada 2026, Ini Isi SE Mendikdasmen.
Dewi, A. A., Pratiwi, A. S., & Saleh, Y. T. (2025). Analisis kesalahan ejaan dalam menulis karangan teks deskripsi siswa kelas V SDN II Benda. Qistina: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 1999–2012. https://rayyanjurnal.com/index.php/qistina/article/view/7484
Fauziah, I., Faizah, H., & Charlina. (2024). Afiks pembentuk verba dalam narasi dubing di media online Riau Televisi. Geram (Gerakan Aktif Menulis), 12(1), 69–70. https://doi.org/10.25299/geram.2024.vol12(1).16929
Harahap, S., Nanda, S. P. D., Hartati, D., Nazra, Y., & Yuhdi, A. (2026). Pengaruh kebiasaan berbahasa mahasiswa di media sosial terhadap kesalahan pengejaan dalam penulisan tugas akademik. Qistina: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1). https://rayyanjurnal.com/index.php/qistina/article/view/8248
Kalsum, U., Akhir, M., & Syukroni, B. (2022). Afiksasi bahasa Indonesia dalam ragam bahasa prokem di media sosial Instagram: Kajian morfologi. Jurnal Konsepsi, 11(1). https://p3i.my.id/index.php/konsepsi
Kirani, I., Mahdijaya, Suyuthi, H., & Gunawan, H. (2025). Penggunaan afiksasi pada berita media online rakyatbengkulu.com dalam headline politik tahun 2024. Jurnal Membaca: Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 43–52. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jurnalmembaca/article/view/36613
Kridalaksana, H. (2007). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Nabilaa, B., Aurelia, C., Gogali, L. M., & Kurniawan, E. D. (2025). Penggunaan afiksasi dalam teks berita politik di media online detik.com. Jimu: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(3), 1610–1616. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/888
Ningtias, I. L., & Kisyani. (2022). Afiksasi pada teks bacaan buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah menengah atas (kajian morfologi). Bapala: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(9), 25–32. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/48134 Ramlan, M. (2001). Morfologi: Suatu tinjauan deskriptif. CV Karyono.
Nisa, D. S. K. (2025). Proses afiksasi dalam teks berita pada laman jawapos.com. Jurnal Tahsinia, 6(3), 351–362. https://ojs.iai-rakeyansantang.ac.id/index.php/tahsinia/article/view/669
Saputra, G. A. W., Irawan, I. P. A. U., Darma, I. M., Sucipta, & Fazalani, R. (2025). Penggunaan afiks dalam bahasa Indonesia: Studi morfologis pada artikel berita online. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 3(2), 463–469. https://jtwb.org/index.php/jtwb/article/view/191
Simpen, I. W. (2021). Morfologi: Kajian proses pembentukan kata. Bumi Aksara.
Yuniar, D., Sugiarti, D. H., & Maspuroh, U. (2022). Analisis penggunaan afiksasi pada berita hardnews di media daring kompas.com. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1126-1133. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1971
Yusuf M, Purawinangun I. A., & Anggraini N. (2022). Analisis afiksasi pada teks eksposisi karangan siswa kelas 8 SMP Bina Mandiri Teluknaga (kajian morfologi). Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 149–163. https://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm/article/view/5795
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Nuraeni Siti Aisyah, Encep Kusumah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















